daftar kontraktor fire hydrant indonesia

Pentingnya Memiliki Alat Pemadam Api Ringan di Mobil Pribadi

Keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di mobil khusus sangatlah penting. Karena ini merupakan alat pertama yang digunakan untuk memadamkan mobil terbakar secara tiba-tiba.
APAR sendiri terasa diwajibkan berada di mobil-mobil keluaran baru di Indonesia. Aturan berikut terasa berlaku pada Januari 2021. Dasar hukumnya yakni Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020.

Diterangkan didalam Pasal 2 Ayat 2: jasa instalasi fire alarm

“Kendaraan bermotor untuk kategori M1, N1, N2, N3, O1, 02, 03, dan 04 untuk mobil penumpang, mobil barang landasan mobil penumpang, dan landasan mobil barang perlu dilengkapi fasilitas tanggap darurat berbentuk alat pemadam api ringan,” demikianlah bunyi pasal tersebut.

Baca juga:
Sean Gelael dan Atta Halilintar Tegaskan Mustang yang Terbakar Bukan Miliknya, Siapa yang Punya?
Letak APAR di Mobil SuzukiAPAR perlu ada di mobil khusus Foto: Dok. Suzuki
Dengan berlakunya ketetapan tersebut, maka mobil-mobil baru dari pabrikan sudah dibekali APAR. Jadi para konsumen tak perlu risau ulang dan repot-repot belanja perlengkapan APAR.

Tapi bagaimana bersama dengan mobil-mobil yang diproduksi dan dibeli konsumen sebelum saat ketetapan itu berlaku? instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menganjurkan supaya pemilik mobil selalu menyediakan APAR secara mandiri.

“Karena menghindar itu lebih penting. Jadi bagi para pemilik mobil yang tidak mendapatkan fasilitas APAR dari dealer atau ATPM, ya perlu belanja APAR sendiri,” terang Jusri, melalui lanjutan telephone kepada detikOto, Selasa (27/7/2021).

Selain APAR, ada alat pemadam kebakaran lain yang sanggup disediakan oleh pemilik atau pengemudi mobil, alat berikut adalah fire blanket atau selimut api. Secara manfaat kurang lebih sama, tapi dibanding APAR, fire blanket miliki ukuran yang lebih ringkas.

Menurut Jusri kebakaran di mobil secara tiba-tiba sanggup terjadi dikarenakan beberapa hal. “Penyebab paling kerap adalah dikarenakan shortcut atau korsleting listrik, ke-2 sanggup terhitung terjadi dikarenakan mesin yang overheating (panas berlebih),” sambung Jusri.

Jika mengalami kejadian layaknya itu, pemilik mobil direkomendasikan supaya tidak panik, kemudian mempunyai mobil ke pinggir jalur dan menjauhkan objek-objek yang gampang terbakar layaknya SPBU. Dan langkah seterusnya mobilisasi prosedur pemadaman api.

Tapi kalau kebakaran sudah terlalu rumit untuk dikendalikan sendiri dikarenakan api yang membesar, jalur satu-satunya adalah memanggil petugas pemadam kebakaran. Namun bersama dengan risiko tunggu cukup lama, dikarenakan petugas membutuhkan kala untuk sampai ke lokasi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *